Komunitas mahasiswa Indonesia - chapter Aceh

Oleh : Dedi Fazriansyah Putra Mahasiswa Ph.D of Aquaculture, National Ocean Taiwan University (NTOU)
Bagi yang pernah mengunjungi Taiwan siapa yang tidak kenal Kota Keelung? Kota ini berada paling utara di Pulau Formosa berjarak sekitar 45 menit perjalanan bus dari Ibukota Negara Taiwan, Taipei City. Kota ini juga terkenal dengan julukan ‘Kota Hujan’ layaknya kota Bogor di Indonesia. 
Kota yang ‘berbau laut’ ini dipadati oleh lebih kurang seribuan orang buruh pabrik dan nelayan pekerja Indonesia  yang tersebar di beberapa pelabuhan perikanan. Di Kota ini juga terdapat sekitar sepuluh orang mahasiswa Aceh yang tengah menuntut ilmu, khususnya bidang kelautan dan perikanan.
OLEH KHAIRUL RIJAL, anggota Asia University Indonesian Student Association, melaporkan dari Taiwan TAIWAN tak seluas Aceh. Tapi, jumlah penduduknya lima kali lipat dibanding Aceh. Taiwan merupakan contoh konkret wilayah yang berhasil mencapai tujuan nasionalnya, yakni menciptakan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera, dan damai. Paling tidak, itulah yang saya rasakan selama setengah tahun perjalanan studi di Taiwan.         Manajemen dan administrasi kependudukan Taiwan sangat rapi dan canggih. Ada empat klasifikasi residen atau penduduk yang menetap di Taiwan. Pertama, penduduk asli atau pribumi Taiwan. Kedua, etnis Cina di luar negeri ataupun penduduk dari RRC, Hongkong, dan Macau. Ketiga, ekspatriat yang bekerja di Taiwan dalam kurun waktu lama, dan terakhir pelajar/mahasiswa maupun tenaga kerja yang memiliki batas waktu dalam studi dan bekerja. 
OLEH FEBRIANSYAH, mahasiswa program master Design of Architecture NTUST melaporkan dari Taipei MUSIM winter (dingin) di Taiwan belum berakhir. Berada di negeri dengan cuaca yang berbeda secara ekstrem, membuat kami dipaksa menyesuaikan diri, ditambah dengan makanan yang sama sekali tidak cocok di lidah. Hampir setahun kami berada di negara formosa ini. Dalam kurun waktu itu pula keinginan untuk mencicipi makanan khas Aceh sangatlah besar. Namun, bumbu khusus untuk meracik makanan Aceh sangat sulit didapat di Taiwan.
Oleh Khairul Rijal, Master Students at Department of Business Administration College of Management, Asia University Taichung, melaporkan dari Taiwan JIKA Anda yang kini berada di Aceh punya keinginan kuliah ke luar negeri, jangan abaikan Taiwan sebagai salah satu tujuan Anda. Tulisan ini coba memberi panduan kepada Anda yang ingin ke Taiwan melalui jalur pendidikan dengan mendapat visa dan kartu izin sementara atas nama pelajar/mahasiswa secara mandiri. Taiwan adalah negara yang aneh secara konstitusional. Syarat menjadi negara, yakni punya pemerintahan, wilayah, dan penduduk, sudah terpenuhi, tapi pengakuan internasional sangat terbatas karena hanya diakui oleh beberapa negara kecil yang tak memiliki kekuasaan dalam konstelasi geopolitik. Walaupun begitu, “negara setengah” ini tidak setengah-setengah dalam menjalankan kewajiban terhadap warga negaranya. 
OLEH KHAIRUL RIJAL, Anggota Asia University Indonesian Student Association, melaporkan dari Taiwan RAMZI Adriman, mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh program doktoral di Departement of Computer Science Asia University, Taiwan, secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PII) Taiwan periode 2011-2012. Putra Drs Adriman Kimat, mantan anggota DPR Aceh ini, terpilih memimpin PPI Taiwan pada 29 Oktober 2011 dalam Sidang Istimewa I PPI Taiwan. Saya sendiri dipercaya teman-teman sebagai ketua panitia dalam sidang istimewa itu.