Komunitas mahasiswa Indonesia - chapter Aceh

Oleh: Hendri Ahmadian. Master student at Chung Hua University, 
 
Setelah sukses dengan tabligh akbar Ustadz Jefri Al Bukhari, 16 Mei 2010 di kota Jhongli Taiwan, Keluarga Muslim Indonesia Taiwan (KMIT) bekerjasama dengan Majelis Taklim Yasin Chiayi (MTYCIT) kembali menyelenggarakan Tabligh Akbar dan konser musik bersama Opick, AA Hadi dan Che Che Kirani, pada 18 Juli 2010 di kota Chiayi Taiwan.
 
Oleh : Feizia Huslina, Studied Environmental and Ecological Studies at National Dong Hua University, Hualien-Taiwan
 
Aku adalah seseorang yang ingin menggapai mimpi untuk melanjutkan pendidikan. Aku pun mencari informasi beasiswa dengan giat karena sangat tidak mungkin untuk memakai biaya sendiri. Setelah menunggu beberapa waktu, aku berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Taiwan. Aku sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa ternyata Taiwan adalah takdirku, masa depan yang telah dihadiahkan Tuhan untukku. Dengan memanjatkan segenap do’a, aku bulatkan tekadku untuk memulai perjalanan itu.
Oleh: Rahmawati Usman, Master Student at Chemical Engineering and Materials Science, Yuan Ze University, Neili-Taiwan
 
Hmmm….
Memang agak aneh sih klu diperhatikan tapi ini “bukan cerita biasa (BCB)”.. hehehee…
Bangun pagi krn harus kerja…kerja..kerja…Maklum beasiswa cuma bs gali lubang tutup lubang, terpaksa deh harus nyari tambahan..
Alhamdulillah udah sebulan joint part time job di library (Asik ambil gaji pertama) (^_^)….
Untuk jam kerja aku selalu milih jam pagi mulai 8 pagi sampai 12 siang, cuma 4 jam sehari, dua kali dlm seminggu…
Oleh: Hendri Ahmadian. Master student at Chung Hua University, Hsinchu-Taiwan.
Bingung. Itulah situasi yang kami hadapi saat menginjakkan kaki di Taiwan. Kami (rombongan penerima beasiswa pemda NAD) berkesempatan untuk melanjutkan studi di Taiwan – dengan segala pengorbanan dan kerja keras – akhirnya semua urusan bisa kami selesaikan dengan tepat waktu.
Sebenarnya kami diharapkan, hadir di Taiwan akhir bulan September 2009. Tapi kenyataan berkata lain. Berbagai proses administrasi harus kami selesaikan, sehingga kami tidak bisa datang di akhir bulan september.
Dimulai dari pengurusan surat kesehatan, dilanjutkan dengan pengurusan visa – yang terkesan banyak sekali prosedurnya – ditambah lagi kurang pedulinya Panitia Beasiswa terhadap kami. Akibatnya kami harus mengurus sendiri. Memang butuh pengorbanan untuk sebuah perjuangan.
Meski sebuah “negara” yang kecil, Taiwan memiliki banyak universitas, baik negeri maupun swasta. Universitas yang negeri biasanya ditandai dengan embel-embel kata National di awal namanya, sedangkan yang swasta hanya mengunakan namanya saja (tanpa dibubuhi kata national di awalnya namanya). Berikut adalah list sebagian universiatas di Taiwan dan alamat websitenya.