Komunitas mahasiswa Indonesia - chapter Aceh

Meski sebuah “negara” yang kecil, Taiwan memiliki banyak universitas, baik negeri maupun swasta. Universitas yang negeri biasanya ditandai dengan embel-embel kata National di awal namanya, sedangkan yang swasta hanya mengunakan namanya saja (tanpa dibubuhi kata national di awalnya namanya). Berikut adalah list sebagian universiatas di Taiwan dan alamat websitenya.
Berdasarakan silaturrahmi Ranup di Taichung, dengan semakin menyebarnya mahasiswa Aceh yang melanjutkan studi di Taiwan, maka diputuskan kepengurusan wali Ranup dibagi menurut wilayah masing-masing. Setiap wilayah memiliki seorang wali, disebut dengan Wali Wilayah. Perkumpulan semua Wali Wilayah, disebut dengan Majelis Wali. Di dalam Majelis Wali, ditunjuk seorang Wali Wilayah menjadi Wali Ranup, yang bertanggung jawab mengkoordinir semua Wali Wilayah yang lain. Untuk priode ini jabatan ini dipercayakan kepada Wali Wilayah Tiachung, saudara Khairul Rijal.
OLEH CHAIRIL ANWAR, Master student at National Taiwan Ocean UNiversity (NTOU), Keelung, Taiwan TAIWAN memiliki empat musim: summer, fall, winter, dan spring. Desember sekarang ini hingga dua bulan ke depan, di Taiwan sedang musim dingin (winter). Tidak seperti biasanya, winter kali ini agak telat datangnya. Winter tahun sebelumnya dimulai pada November. Tahun ini justru dimulai pada medio Desember. Hari ini, Senin 19 Desember, suhu di Taiwan berkisar 15 derajat Celcius. Diperkirakan suhu akan terus turun hingga beberapa minggu ke depan. Maklum, sedang musim dingin. Di luar rumah terlihat orang-orang mulai mengenakan jaket tebal untuk melindungi dirinya dari sergapan dingin yang menusuk. Awan hitam pun menyelimuti hampir seluruh atmosfer Taiwan. Pada musim dingin biasanya orang-orang jarang ke luar rumah. Semuda lebih memilih tinggal di rumah sambil menyalakan heater (pemanas ruangan). 
Oleh : Dedi Fazriansyah Putra Mahasiswa Ph.D of Aquaculture, National Ocean Taiwan University (NTOU)
Bagi yang pernah mengunjungi Taiwan siapa yang tidak kenal Kota Keelung? Kota ini berada paling utara di Pulau Formosa berjarak sekitar 45 menit perjalanan bus dari Ibukota Negara Taiwan, Taipei City. Kota ini juga terkenal dengan julukan ‘Kota Hujan’ layaknya kota Bogor di Indonesia. 
Kota yang ‘berbau laut’ ini dipadati oleh lebih kurang seribuan orang buruh pabrik dan nelayan pekerja Indonesia  yang tersebar di beberapa pelabuhan perikanan. Di Kota ini juga terdapat sekitar sepuluh orang mahasiswa Aceh yang tengah menuntut ilmu, khususnya bidang kelautan dan perikanan.