Santunnya Pengamen di Taiwan

OLEH KHAIRUNNISA SYALADIN, mahasiswi Farmasi UGM Yogyakarta, peserta PPSDMS Nurul Fikri VI, Kaohsiung-Taiwan HAL menarik tentang Taiwan selama saya berada di sini, khususnya di Kaohsiung, adalah saya tidak menemukan pengemis ataupun anak jalanan di jalanan. Saat saya bertanya kepada seorang teman, dia jawab bahwa Taiwan memiliki tingkat ekonomi yang cukup mapan, sehingga pemerintahnya mampu memilihara anak jalanan dan orang miskin dengan baik. Bila kita bandingkan dengan Indonesia, di setiap perempatan jalanan pastilah banyak pengemis, gelandangan, dan anak jalanan yang meminta-minta. Semoga ke depannya Indonesia akan bebas dari pengemis dan anak jalanan. Jika pengemis dan anak jalanan tidak ada di Taiwan, tapi yang namanya pengamen tetap ada. Tapi mereka memiliki seni yang berbeda dalam mengamen dibanding pengamen di negeri kita. Mereka tidak akan mengganggu saat kita sedang makan di sebuah tempat makan, misalnya. Menurut saya, seni mereka mengamen sangat unik. Mereka tidak perlu berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya. Saya sudah dua kali bertemu pengamen selama di Taiwan ini. Pertama, di pelataran Museum Confucius. Di sini, seorang wanita yang berdandan dengan pakaian tradisional Taiwan bernyanyi sepanjang hari ditemani seorang bapak tua yang memainkan musik. Sepertinya mereka membawakan lagu tradisional Taiwan. Nah, siapa yang lewat di depan mereka dan mau memberikan sumbangan tinggal menaruh uangnya di atas sapu tangan yang mereka gelar di tanah. Sungguh cara mengamen yang sangat santun. Kedua, pada suatu malam saat saya pulang dari pasar malam, saya temukan seorang gadis cantik mengamen di perempatan jalan. Caranya sama, dia bernyanyi menggunakan mikrofo dan speaker di pinggir jalan. Lagu yang dibawakan adalah lagu pop dan dia menggunakan baju dan dandanan yang cantik. Trotoar perempatan jalan itu bagaikan panggung baginya. Banyak hal yang menarik dan bisa dipelajari dari Taiwan. Semoga perjalanan saya beberapa bulan di sini akan memberikan pengalaman terbaik untuk saya. Semoga pula ke depannya hal-hal baik yang ada di Taiwan ini bisa saya bantu terapkan di Indonesia, khususnya di Aceh. Tulisan ini juga dipublish di Serambi Indonesia.

Trackback from your site.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.